<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Insightful City</title>
	<atom:link href="http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.insightfulcity.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 12:18:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Would it be Their Final Frontier?</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=893</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=893#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 03:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[
Entah usiaku yang makin tua atau modernisasi musik yang kian mengisolasi metal dari sincerity mereka di era 80an. Beberapa tahun terakhir, semakin susah mendapati album yang bakal aku spin puluhan kali. Album yang liriknya bakal aku ingat tanpa harus menghafal karena keseringan diputer. Lebih menyedihkan lagi, ini juga berlaku bagi Iron Maiden, band yang 15 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-894" title="Maiden 1" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/08/Maiden-1.jpg" alt="" width="450" height="449" /></p>
<p style="text-align: justify;">Entah usiaku yang makin tua atau modernisasi musik yang kian mengisolasi metal dari sincerity mereka di era 80an. Beberapa tahun terakhir, semakin susah mendapati album yang bakal aku spin puluhan kali. Album yang liriknya bakal aku ingat tanpa harus menghafal karena keseringan diputer. Lebih menyedihkan lagi, ini juga berlaku bagi Iron Maiden, band yang 15 tahun terakhir menjadi my last messiah. Well, I’m still and will always be a huge fan of them but their latest record keeps getting away from me.</p>
<p style="text-align: justify;">The Final Frontier adalah operasi militer ke-15 dari bergada New Wave of British Heavy Metal ini. Berbekal 10 mesin tempur yang didominasi medium beat amunition, serangan kali ini tidak banyak menawarkan strategi baru. Cuma Satellite 15 dan Isle of Avalon yang unpredictable. Sisanya, lebih sekedar modifikasi perang-perang sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibuka Satellite 15-The Final Frontier, dua track yang dipaksa jadi satu. Sedang Satellite 15 begitu agressive dengan revolvering drum machine, Final Frontier adalah nomor standar yang biasa mereka gunakan mengawali tiga album sebelum ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Intro lagu kedua, El Dorado, bahkan mirip dengan Baracuda-nya Heart. Untung Mother of Mercy memberikan serangan powerful yang rasanya bakal jadi nomor wajib Maiden setelah ini (?). Berurutan setelah itu ada Coming Home yang terlalu melow dan The Alchemist yang terlampau tergesa-gesa.</p>
<p style="text-align: justify;">Track ke-6, Isle of Avalon, adalah alasanku tetap menunggu release resmi album ini di Indonesia. Sebuah saga ala Seventh Son of a Sevent Son, tapi kali ini dengan nuansa futuristik. Layaknya invasi luar angkasa yang tak terduga, namun datang bertubi-tubi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak banyak yang bisa diceritakan dari empat nomor terakhir, kecuali barangkali menit 04-05 track The Man Who Would be King yang seingatku menjadi kali pertama Maiden menggunakan efek slide guitar, bersahutan dengan shredding melody yang kali ini justru menjadi layer kedua.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski puluhan review mengangkat topi untuk album ini, The Final Frontier hanya selangkah di depan Virtual X dan No Prayer for the Dying. Well, dengan usia para musisi yang sudah kepala lima, sepertinya memang berlebihan kalau aku berharap emosi meledak-ledak atau permainan yang impulsive. Usia juga yang menyisakan separo kegaharan vokal Bruce Dickinson. Nicko McBrain dengan usia 58 tentu juga sudah tak sedahsyat di Where Eagles Dare.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-895" title="Maiden 2" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/08/Maiden-2-335x450.jpg" alt="" width="268" height="360" />35 tahun perjalanan Iron Maiden telah membawa mereka ke titik aman dan terformulasi. Lebih sial lagi, symptom penuaan ini tidak mereka imbangi dengan simplicity. Durasi album Maiden semakin panjang. Jika album era 80an tak pernah lebih 60 menit, 3 album terakhir justru berkisar 70-80 menit dengan durasi per lagu 5-10 menit. Durasi yang jika tidak diimbangi dengan power, superb creativity, dan eksplorasi akan berujung pada kebosanan. Arus prog metal yang mengalir 10 tahun terakhir juga telah merubah progresivitas mereka jadi too polished.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungguh disayangkan jika album ini menjadi release terakhir Iron Maiden sebagaimana rumour sebelum ini. Metallica telah melakukan comeback release yang gemilang. Judas Priest tetap memperlihatkan tajinya di Nostradamus. Pun Ozzy berhasil mempertahankan singgasana kegelapan di album terakhir. Semoga ada kesempatan bagi Maiden untuk memperbaiki kekalahan ini dan menepati janji mereka untuk Die with Your Booth On. Well, not necessarily has to be as the 80’s glory but it should be as a Turkish coffee. Up the Irons!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=893</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam not Is-war!</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=890</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=890#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 12:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merah Putih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=890</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_889" class="wp-caption aligncenter" style="width: 501px"><img class="size-large wp-image-889  " title="Jihad" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/05/Jihad-1024x680.jpg" alt="" width="491" height="326" /><p class="wp-caption-text">Sigit Maryuwanto, Wirastomo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=890</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Today II</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=882</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=882#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 04:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merah Putih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><img class="size-large wp-image-881" title="Justice" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/04/Justice1-753x1024.jpg" alt="Wirastomo" width="450" height="612" /><p class="wp-caption-text">Wirastomo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=882</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>From the Hadestown She Rises</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=855</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=855#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 11:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[
Dari era mythology Yunani hingga ratusan tahun nanti, dunia akan tetap berjalan dalam dualisme hitam putih, hidup mati, harapan keputusasaan, ada dan tiada. Dualisme yang telah memilukan ribuan kisah cinta. Orpheus Eurydice salah satunya. Kepedihan tertua yang berlangsung atas nama cinta.
Entah berapa ribu tahun berlalu, seorang pemuja luka bernama Anais Mitchell, kembali menyanyikan elegi ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-856" title="Anais 1" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/04/Anais-1.jpg" alt="" width="455" height="404" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dari era mythology Yunani hingga ratusan tahun nanti, dunia akan tetap berjalan dalam dualisme hitam putih, hidup mati, harapan keputusasaan, ada dan tiada. Dualisme yang telah memilukan ribuan kisah cinta. Orpheus Eurydice salah satunya. Kepedihan tertua yang berlangsung atas nama cinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah berapa ribu tahun berlalu, seorang pemuja luka bernama Anais Mitchell, kembali menyanyikan elegi ini dalam tragedi berjudul Hadestown. Bermula saat Orpheus menikahi Eurydice, sedang perekonomian Amerika tumbang di dasar kemiskinan. Hari demi hari hanya terisi cinta. Maharasa yang sayangnya tidak bisa menahan Eurydice dari godaan Hades, penguasa Hadestown. Kota bawah tanah yang memanen kemakmuran dari tetes keringat buruh tambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbekal cinta sejatinya, Orpheus menjelajahi sisi tergelap dunia, menuju Hadestown untuk menyelamatkan Eurydice. Tapi Hadestown adalah kota tanpa jalan keluar. Hanya bujuk rayu Persephone yang bisa menggerakan hati Hades, “mengijinkan” Orpheus membawa pulang Eurydice dengan syarat, tak sekali pun ia menoleh belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Keraguan adalah karib ketakutan. Perjalanan keluar Hadestown yang penuh goda berubah jadi ratap panjang Orpheus.  Eurydice hilang untuk selamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama 57 menit, Anais menuturkan prosa liris ini dengan bantuan bregada indie folk Amerika, seperti Justin Vernon of Bon Iver (Orpheus), Greg Brown (Hades), Ani DiFranco (Persephone), The Haden Triplets (The Fates), Ben Knox Miller (Hermes), dan Anais sendiri berperan sebagai Eurydice.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-862" title="Anais 3" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/04/Anais-3.jpg" alt="" width="241" height="421" />Selain konsep lirik, kekuatan Hadestown adalah intepretasi Anais akan American indie folk yang tak terpaku musik country. Secara dinamis ia  juga mengisahkannya dalam gaya bahasa gospel, ragtime, blues, early jazz, rock, swing, hingga avant-garde.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadestown sendiri, awalnya diciptakan sebagai materi live performance pada  2006. Bekerjasama dengan arranger Michael Chorney, sutradara Ben Matchstick dan 22 musisi Vermont, Anais membawa repertoar ini keliling penjuru New England. Proses panjang inilah yang menempatkan Hadestown jauh mengungguli concept album yang umum dibuat musisi rock. Sebuah masterpiece yang mendekati Phantom of the Opera dan Les Miserables.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Because we have and they have not! Because they want what we have got! </em><em>The enemy is poverty and the wall keeps out the enemy &#8230; </em><em>That’s why we build the wall we build the wall to keep us free!”</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=855</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Torabika</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=842</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=842#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 06:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=842</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_848" class="wp-caption aligncenter" style="width: 473px"><img class="size-large wp-image-848" title="Torabika" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/04/Torabika2-1024x703.jpg" alt="Sigit Maryuwanto, Wirastomo" width="463" height="317" /><p class="wp-caption-text">Sigit Maryuwanto, Wirastomo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=842</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>No Pork at All!</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=822</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=822#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 13:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Bukan sok religius ya, cuma mo coba memotret satu temuan menarik dari habit orang-orang di sekitarku. Most of my Muslim friends are willing to drink alcohol. Some of ‘em also doing sex before marriage, tapi hampir ngga ada yang mo makan babi. Alasannya simple… HARAM.
Setelah dicecer lebih jauh, beberapa ngeles dengan bilang babi itu ngga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bukan sok religius ya, cuma mo coba memotret satu temuan menarik dari habit orang-orang di sekitarku. Most of my Muslim friends are willing to drink alcohol. Some of ‘em also doing sex before marriage, tapi hampir ngga ada yang mo makan babi. Alasannya simple… HARAM.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-827" title="No Pork" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/02/No-Pork1-450x316.jpg" alt="No Pork" width="450" height="316" />Setelah dicecer lebih jauh, beberapa ngeles dengan bilang babi itu ngga sehat. Tapi alkohol kan juga? Babi itu jorok. Ok, tapi have sex dengan PSK jauh-jauh lebih jorok.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kepikiran… andai ada mata kuliah Komunikasi Agama, mungkin para ulama bisa mengkonstruksi keengganan makan babi ini pada larangan agama lainnya, seperti maling, mabok, madat, main (judi), dan madon (wanita).</p>
<p style="text-align: justify;">Well, ngga tau juga ya secara akunya juga sesat hehe&#8230; Tapi berani taruhan, banyak temen kalian yang seperti itu. Shalat ngga shalat, no pork i tell you!</p>
<p>* Muslim yang juga anti babi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=822</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia Messaging</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=813</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=813#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 15:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_820" class="wp-caption aligncenter" style="width: 487px"><img class="size-large wp-image-820 " title="Nokia Messaging" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/01/Nokia-Messaging2-682x1024.jpg" alt="Anto, Wirastomo" width="477" height="717" /><p class="wp-caption-text">Anto, Wirastomo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=813</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gila Fatwa</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=806</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=806#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 14:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=806</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_811" class="wp-caption aligncenter" style="width: 501px"><img class="size-large wp-image-811  " title="Haram" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/01/Haram-1024x704.jpg" alt="Sigit Maryuwanto, Wirastomo" width="491" height="338" /><p class="wp-caption-text">Sigit Maryuwanto, Wirastomo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=806</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DPR ≠ TK</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=784</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=784#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 07:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_783" class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><img class="size-large wp-image-783" title="TK" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/01/TK-724x1024.jpg" alt="Wirastomo" width="460" height="650" /><p class="wp-caption-text">Wirastomo</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=784</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hai Apa Kabar&#8230; Musik Dangdut Kita?</title>
		<link>http://www.insightfulcity.com/?p=768</link>
		<comments>http://www.insightfulcity.com/?p=768#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 07:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wiras</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music Review]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.insightfulcity.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[ 
The Fall of Dangdut
Tanpa musicianship berarti, suatu saat nanti Dangdut mungkin akan masuk dalam section golden memories. Ngga ada album baru, ngga ada penyanyi baru, hanya masa lalu. Ketakutan Rhoma Irama atas goyang Inul (terlepas apa motifnya) bisa jadi terbukti sudah. Bahwa artis Dangdut sendiri lah –dengan segala kegenitannya– yang telah menggali kubur mereka.
Terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-767" title="Soneta" src="http://www.insightfulcity.com/wp-content/uploads/2010/01/Soneta.jpg" alt="Soneta" width="460" height="346" /><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Fall of Dangdut</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa musicianship berarti, suatu saat nanti Dangdut mungkin akan masuk dalam section golden memories. Ngga ada album baru, ngga ada penyanyi baru, hanya masa lalu. Ketakutan Rhoma Irama atas goyang Inul (terlepas apa motifnya) bisa jadi terbukti sudah. Bahwa artis Dangdut sendiri lah –dengan segala kegenitannya– yang telah menggali kubur mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-768"></span>Terus menerus, genre ini terombang-ambing oleh trend sekitarnya. Hanyut dalam aliran disko, rock, campursari, dan terakhir dalam desahan pinggul penyanyinya. Dangdut bukan lagi musik. Dangdut adalah segala sesuatu yang melekat pada plagiatisme.</p>
<p style="text-align: justify;">Pekan lalu, Fazal Dath Sang Composer, sesumbar bahwa ia telah menemukan formula inovatif pada lagu baru Manis Manja Grup. Setelah dimainkan, ternyata tak lebih sekedar adaptasi God is a Girl-nya Groove Coverage, yang di genre elektro pun sudah masuk kategori basi.</p>
<p style="text-align: justify;">Stagnasi Dangdut lah yang menurutku telah membesarkan ST12, Kangen Band, dan The Melayus lainnya (bahkan Ungu) yang secara laten maupun paten telah men-take over pasar Dangdut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>The Rise of Indian Music</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak eksplorasi The Beatles (mungkin sebelumnya) di album Sgt. Peppers, musik India terus digali para musisi barat, utamanya Rock dan Jazz, yang kemudian turut melahirkan sub-genre Raga Rock. Tak mau kalah, Hip-hop, Avant Garde, New Age dan World Music pun kini juga acap mengendarai musik India menuju komposisi-komposisi barunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun kebangkitan fenomenal justru terjadi saat A.R, Rahman, musisi kebanggaan India, menggarap soundtrack film Slumdog Millionaire. Lewat kolaborasinya dengan PCD, Jai Ho menjadi mantra baru di tangga nada dunia, melahirkan trend baru musik latar Hollywood.</p>
<p style="text-align: justify;">Di India sendiri, Dileep Kumar –nama aslinya sebelum jadi Mualaf– adalah jaminan mutu sebuah soundtrack. Beberapa film bahkan menulis title-nya sama besar dengan nama actor dan director. Selain A.R. Rahman, nama lain yang kerap menyumbangkan musiknya di pagelaran film dunia adalah Nitin Sawhney dan Rahat Fateh Ali Khan (Pakistan tepatnya).</p>
<p style="text-align: justify;">Nama terakhir inilah yang memaksaku membuat tulisan ini. Lagu O Re Piya yang menjadi soundtrack Talentime –besutan Alhm. Yasmin Ahmad– telah membuka lubang besar di benakku. Bagaimana lagu yang begitu nDangdut ini mendapat international recognition?  Sedang Dangdut, yang meleburkan musik India dan Melayu, makin terpuruk di ujung jaman, tanpa identitas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Dream of Resurrection</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sampe hari ini, praktis cuma tiga nama yang jadi 1st recalku saat ngomongin musicianship Dangdut; Rhoma &amp; Soneta, Reynold Panggabean, dan PMR (silakan ditambahi kalo ada nama lain). Karya-karya mereka lah yang aku tak malu mendengarkan. Sisanya? Bagiku hanyalah pantat berbungkus nada.</p>
<p style="text-align: justify;">Berharap pada penyanyi Dangdut yang ada sepertinya akan sia-sia.  Justru jenius macam Viky Sianipar, Ahmad Dhani, mungkin Melly, yang menurutku bisa diharapkan. Mungkin juga musisi baru. Siapa pun dia, semoga Dangdut bisa terbebas dari erotisme dan ratap kesedihan. Sebagaimana A.R. Rahman yang telah mengalirkan musik India ke pengelanaan-pengelanaan barunya. Begitu kaya, namun tak larut esensinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.insightfulcity.com/?feed=rss2&amp;p=768</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
