Sep
29
2009

”Pemudik dan Pelancong Belanjakan Rp 45 Miliar di Bantul” [kompas.com]. Itu baru Bantul, entah berapa miliar rupiah yang mengalir ke Tegal, Kuningan, Padang, juga Makasar.
Mulai dari tuslah transportasi yang gila-gilaan; membuncahnya kunjungan wisatawan; belanja baju, oleh-oleh, dan penganan; hingga meningkatnya habit jajan. Minggu ini benar-benar menaruh “saving” ke dalam peti mati yang baru dibuka sepekan kemudian.
Karenanya, jika 4 September ditetapkan sebagai Hari Pelanggan Nasional, mungkin ada baiknya jika libur lebaran dicanangkan sebagai PEKAN BELANJA NASIONAL.
Pekan di mana SES A-E membelanjakan uang dengan membabi buta. Dari belanja parcel di Grand Indonesia sampai sekedar bakso dorong yang lewat depan rumah. Pekan belanja yang tidak hanya terpusat di Jakarta, tapi merata di seluruh Indonesia.
no comments | posted in Reflection
Sep
29
2009

Entah di daerah lain, tapi di Jawa, lebaran ini bakso menjadi makanan sejuta umat. Beberapa lebaran, saya juga sempat jalan ke luar kota dan tiap melihat kumpulan kendaraan di depan warung maka hampir bisa dipastikan itu adalah warung bakso.
Bakso seolah menjadi self-reward setelah sebulan berpuasa. Bahkan menjadi wisata lebaran bagi sebagian masyarakat karena nyatanya beberapa keluarga melihat jajan sebagai privilege of life yang jarang mereka miliki.
Saya sebut privilege karena dengan pola hidup agrarisnya, masyarakat desa di Jawa memiliki waktu luang untuk memasak. Jajan adalah pemborosan yang hanya dilakukan pada special ocassion, salah satunya hari raya.
Bakso menjadi prioritas karena selain disuka mayoritas penduduk, bakso juga paling affordable dibanding makanan lainnya. Berkisar 3 – 7 ribu, bakso tidak cuma tersebar di pelosok Jawa, tapi rajin mengetuk rumah ke rumah melalui denting mangkok di Abang yang sepertinya sadar akan habitus ini.
Bagaimana dengan lebaran di kota Anda?
no comments | posted in Reflection
Sep
17
2009

Koh Budi, Sigit Maryuwanto, Tjandra Warasto, Wirastomo
Saat kopi lain masih sibuk ngomongin rasa, kami sepakat mengangkat choco granule sebagai ritual ngopi sehingga kenikmatan TRB Cappuccino nggak cuma ada di tiap tegukan, tapi juga bagaimana kamu menaburkan isi hatimu.
no comments | posted in Portfolio
Sep
15
2009

Jelas album lama, tapi dua bulan terakhir, album ini terus menghantui teman kantor di sebelah saya. Secara keseluruhan, An Outcast of the Islands adalah tipikal album Camel, namun dengan bubuhan folk music. Terlebih album ini melibatkan Andrew Latimer di seluruh lagu dan Dave Stewart yang notabene juga drummer cabutan Camel. Continue reading
no comments | posted in Music Review
Sep
15
2009

Sigit Maryuwanto, Wirastomo

Sigit Maryuwanto, Wirastomo
Untuk merejuvenate Roma, kami mencoba membangun engagement dengan menarik konsep lama Roma “Tradisi Sehat, Tradisi Lezat” ke dalam konsep “Nikmatnya Berbagi Kebaikan” dengan tujuan lebih melibatkan konsumen.
no comments | posted in Portfolio
Sep
15
2009
Challenge: Strategi komunikasi untuk membuat brand atraktif dan interaktif di dalam Gerbong Kereta Api.
Bagi industri transportasi, kenyamanan adalah faktor penting yang harus terdeliver ke masyarakat. Pelaku bisnis ini tidak bisa sebatas jualan keamanan atau ketepatan waktu karena sudah menjadi basic requirement. Adalah level kenyamanan yang akan membedakan satu perusahaan dengan yang lain. Continue reading
no comments | posted in Idea Competition
Sep
15
2009

Ipang Bangsat, Wirastomo
Briefnya adalah membuat copy ad yang bicara soal imagination. Dari sini aku teringat ribut-ribut soal Inside the Box vs Outside of the Box dan dalam keyakinanku, Imagination has No Box. Amien!
no comments | posted in Portfolio
Sep
15
2009

Sigit Maryuwanto, Wirastomo
Briefnya memasarkan Indonesia di tengah carut marut terosisme. Kami coba menjawabnya dengan menunjukan bahwa dalam banyak hal, satu noda bisa menghitamkan seluruh negara. Lihat lebih dekat untuk bisa mencintainya.
no comments | posted in Portfolio
Sep
15
2009

Sigit Maryuwanto, Wirastomo
no comments | posted in Portfolio
Sep
15
2009

Freak Kitchen bukanlah nama besar di blantika musik progressive. Bisa jadi sebagian kita melihat trio ini sebagai band metal semata. Namun jika Anda mencari progresi nada tanpa batas, imajinasi tanpa beban pattern, atau kejeniusan musik tanpa harus terdengar rumit, band ini layak didengarkan. Continue reading
no comments | posted in Music Review