Oct
30
2009

“I’ve been to the dentist a thousand times so I know the drill
I smooth my hair, sit back in the chair but somehow I still get the chills”
Hehe, lirik yang aneh. Tapi bener sih, berapa banyak di antara kita yang masih merinding kalo duduk di kursi dokter gigi. Ketakutan ini berhasil diangkat Owl City, one man band beranggotakan Adam Young, menjadi lagu Dentist Care. Selain nomor unik ini, ada 11 lagu lain di album Ocean Eyes yang kesemuanya seolah mengajak kita menjelajahi dunia puisi sarat imajinasi, keluar dari paritas cinta yang menye-menye. Mulai dari impian terbang bersama kunang-kunang sampe persahabatan dengan ikan di laut… Continue reading
no comments | posted in Music Review
Oct
25
2009

Digitalisasi informasi memudahkan kita menjangkau setiap sudut dunia sehingga begitu mudah bagi sebuah kota di Indonesia untuk menyapa langsung penduduk California, pun kota lain di muka bumi.
Liburan ke Malang week end ini telah membawa saya ke tahun 2005, saat melakukan penelitian skripsi tentang TV lokal. Kini, empat tahun sesudahnya, tidak banyak yang berubah. Lebih lima stasiun TV lokal, termasuk dari Surabaya, dan semuanya masih terjebak dalam romantisme ‘Dari Kita untuk Kita’. Continue reading
no comments | posted in Reflection
Oct
19
2009

Untung Miyabi batal ganti nama jadi Siti Marwa (Siti: Ibu, wanita; Marwa: Maria Ozawa). Sebab jika jadi ganti nama hingga mudah masuk Indonesia, publisitasnya mungkin takkan sebesar saat ini.
Miyabi sendiri sudah sarat talk value, apalagi saat kita dilarang membicarakannya. Alih-alih jadi antipati, bersama kompas dan puluhan media lain, masyarakat justru khatam mengajinya.
‘Kegenitan’ semacam inilah yang dulu melambungkan nama Inul Daratista. Bahwa pencekalan, pembredelan, dan segala sesuatu yang menahan keingintahuan, seringkali justru menjadi pematik yang membakar rasa penasaran. Terlebih jika langkah tersebut sudah masuk dalam jangkauan media massa.
Beruntunglah temen yang punya sampingan jualan VCD porno. Juga warnet-warnet di Jogja yang menyimpan belasan giga film-film Mbak Miya. Sebagai personal brand, sudah sepatutnya Miyabi berterima kasih pada ormas-ormas di Indonesia yang telah sukarela menjadi street marketernya.
3 comments | posted in Reflection
Oct
9
2009

Sigit Maryuwanto, Wirastomo
no comments | posted in Portfolio
Oct
9
2009

Sigit Maryuwanto, Wirastomo
no comments | posted in Portfolio
Oct
2
2009

Di saat maskapi lain menaikan tarif pesawat Jakarta-Padang hingga Rp 3 juta [detik.com], hari ini Air Asia mengiklankan penerbangan gratis untuk tanggal 4 Oktober ke Padang [Kompas cetak & airasia.com].
Saya belum melihat seat availability penawaran ini, tapi hati saya langsung tersentuh setelah kemarin dibuat geram oleh ulah maskapai lain.
Salut untuk Air Asia yang bisa menyikapi bencana Sumbar dengan lebih ‘bijak’ sebab di kondisi pasar yang kian emosional, ‘bantuan’ semacam ini niscaya menjadi investasi besar bagi branding Air Asia ke depannya.
Bagi maskapai lain yang menaikkan tarif hingga berkali lipat, semoga tidak ada dendam di hati penumpang yang berbuntut pada cidera branding Anda.
no comments | posted in Reflection
Oct
1
2009

Seorang teman di Palembang
bergurau bijak soal Padang
Ikutlah touring Nagari Rendang
pasti mereka tak kan menang
Karena di tiap jalan propinsi
mereka harus silaturahmi
Menghampiri sanak famili
yang membuka warung nasi
Tertawa aku anggukkan kepala
nyatalah Minang penuh pekerja
Bahkan Merantau dijalaninya
demi hidup yang berwibawa
Kalaulah gempa bertamu kini
tak kan mereka berkecil hati
Hanya dalam hitungan hari
Rumah Gadang julang kembali
no comments