Apr 25 2010

Indonesia Today II

Wirastomo

Wirastomo


Apr 23 2010

From the Hadestown She Rises

Dari era mythology Yunani hingga ratusan tahun nanti, dunia akan tetap berjalan dalam dualisme hitam putih, hidup mati, harapan keputusasaan, ada dan tiada. Dualisme yang telah memilukan ribuan kisah cinta. Orpheus Eurydice salah satunya. Kepedihan tertua yang berlangsung atas nama cinta.

Entah berapa ribu tahun berlalu, seorang pemuja luka bernama Anais Mitchell, kembali menyanyikan elegi ini dalam tragedi berjudul Hadestown. Bermula saat Orpheus menikahi Eurydice, sedang perekonomian Amerika tumbang di dasar kemiskinan. Hari demi hari hanya terisi cinta. Maharasa yang sayangnya tidak bisa menahan Eurydice dari godaan Hades, penguasa Hadestown. Kota bawah tanah yang memanen kemakmuran dari tetes keringat buruh tambang.

Berbekal cinta sejatinya, Orpheus menjelajahi sisi tergelap dunia, menuju Hadestown untuk menyelamatkan Eurydice. Tapi Hadestown adalah kota tanpa jalan keluar. Hanya bujuk rayu Persephone yang bisa menggerakan hati Hades, “mengijinkan” Orpheus membawa pulang Eurydice dengan syarat, tak sekali pun ia menoleh belakang.

Keraguan adalah karib ketakutan. Perjalanan keluar Hadestown yang penuh goda berubah jadi ratap panjang Orpheus.  Eurydice hilang untuk selamanya.

Selama 57 menit, Anais menuturkan prosa liris ini dengan bantuan bregada indie folk Amerika, seperti Justin Vernon of Bon Iver (Orpheus), Greg Brown (Hades), Ani DiFranco (Persephone), The Haden Triplets (The Fates), Ben Knox Miller (Hermes), dan Anais sendiri berperan sebagai Eurydice.

Selain konsep lirik, kekuatan Hadestown adalah intepretasi Anais akan American indie folk yang tak terpaku musik country. Secara dinamis ia  juga mengisahkannya dalam gaya bahasa gospel, ragtime, blues, early jazz, rock, swing, hingga avant-garde.

Hadestown sendiri, awalnya diciptakan sebagai materi live performance pada  2006. Bekerjasama dengan arranger Michael Chorney, sutradara Ben Matchstick dan 22 musisi Vermont, Anais membawa repertoar ini keliling penjuru New England. Proses panjang inilah yang menempatkan Hadestown jauh mengungguli concept album yang umum dibuat musisi rock. Sebuah masterpiece yang mendekati Phantom of the Opera dan Les Miserables.

“Because we have and they have not! Because they want what we have got! The enemy is poverty and the wall keeps out the enemy … That’s why we build the wall we build the wall to keep us free!”


Apr 22 2010

Torabika

Sigit Maryuwanto, Wirastomo

Sigit Maryuwanto, Wirastomo