Dec 27 2009

Kartu Nama

Name Card

Wirastomo


Nov 25 2009

Torabika Moka

Wirastomo

Wirastomo


Nov 25 2009

Torabika Cappuccino

Torabika Cappuccino

Tjandra Warasto, Wirastomo


Nov 21 2009

PLN

Wirastomo

Wirastomo


Nov 12 2009

Indonesia Today I

Indonesia Sakit

Wirastomo


Nov 11 2009

Where Have All the Flowers Gone?

Osella

“Mo ngga jadi model Osella, lo tinggal jongkok, ntar gw kasih payungnya”.

Yup, saking terkenalnya, merek ini sampai jadi joke waktu aku SMP (90an). Aku juga sempat ‘ngiler’ lihat mobil VW yang dipake iklan Oto-Ono. Tiap acara sekolah pasti ada saja yang pakai C59, Country Fiesta, Hammer, Hassenda, H&R, Lea, Neckermann, atau Poshboy.

Secara kualitas dan model (waktu itu lho ya), merek-merek ini sangat dibanggakan, tapi entah kenapa posisi mereka makin tergantikan merek-merek rumahan (Distro) atau import sekalian (Mango, Zara, dll). Beberapa bahkan sudah ngga pernah terlihat sama sekali.

Salah satu ciri fashion adalah perubahan. Jadi, apakah karena merek-merek ini ngga bisa mengikuti perubahan trend atau ada faktor lainnya? Beberapa mata rantai industri ‘penampilan’ juga mengalami kejatuhan serupa. Let’s say Matahari. Dari retail-store papan atas, kini hampir tiap hari iklan diskon 50%, bersaing dengan Ramayana yang bahkan makin bawah lagi. Red-A dan Belia yang dulu kenceng iklan dan roadshow juga kian jarang terdengar.

Btw, waktu balik Jogja bulan lalu, sempat lihat desain Dagadu yang makin ngObey (setelah sebelumnya sempat nDistro). Apakah langkah seperti ini yang musti ditempuh fashion brand lainnya?

“Mo ngga jadi model Osella, lo tinggal jongkok, ntar gw kasih payung”.

Yup, saking terkenalnya, merek ini sampai jadi joke waktu aku SMP (90an). Aku bahkan sempat ngiler lihat VW yang dipake iklan Oto-Ono. Tiap acara sekolah pasti ada saja yang pakai C59, CF, Hammer, Hassenda, H&R, Lea, Neckermann, atau Poshboy.

Secara kualitas dan model (waktu itu ya), merek-merek ini bisa dibanggakan, tapi entah kenapa posisi mereka makin tergantikan merek-merek rumahan (Distro) atau import sekalian (Mango, Zara, dkk). Beberapa bahkan sudah ngga pernah terlihat sama sekali.

Salah satu ciri fashion adalah perubahan. Jadi, apakah karena merek-merek ini ngga bisa mengikuti perubahan trend atau ada faktor lainnya? Beberapa mata rantai industri ‘penampilan’ juga mengalami kejatuhan serupa. Let’s say Matahari. Dari retail-store papan atas, kini hampir tiap hari iklan diskon 50%, bersaing dengan Ramayana yang bahkan makin bawah lagi. Red-A dan Belia yang dulu kenceng iklan dan roadshow juga kian jarang terdengar.

Btw, waktu balik Jogja bulan lalu, aku lihat desain Dagadu yang makin ngObey (setelah sebelumnya sempat nDistro). Apakah langkah seperti ini yang musti ditempuh fashion brand lainnya? Mohon masukannya…


Nov 8 2009

sing along to múm

Electronic Ensemble kayna adalah istilah paling pas buat mendeskripsikan múm. Di tangan paguyuban yang didirikan duo multi-instrumentalis Örn Tynes-Smárason ini, musik elektro menjadi begitu analog dan membutuhkan kerjasama instrument lain untuk menghasilkan komposisi utuh.mum1Instead of repetitive dance beat, múm adalah sebuah literatur hybrid yang menggabungkan digital sound-processor dengan pita suara, gitar, string, xylophone, glockenspiel, akordeon, harmonika, flute, bahkan peluit serta belasan wacky-sound yang mereka jahit dengan teliti menjadi well- structured composition nan detail, tapi terasa minimalist sesampainya di telinga. Kita bisa menikmati 1st layernya sebagai hiburan easy listening atau masuk lebih jauh, memilah-milah belasan layer suara di dalamnya. Continue reading


Nov 1 2009

Small is Great!

Adam Young“Fireflies, which became the fastest-selling electronic/alternative track ever” [wikipedia.com]

Hehehe.. ngomongin Owl City lagi but now let’s take a different angle. Pemikiran Naisbitt bahwa globalisasi akan membuat dunia digerakan unit-unit terkecil yang saling menguatkan lewat jaringan (digital), bulan ini disahihkan seorang Adam Young aka Owl City yang berhasil menduduki posisi #1 Billboard 100, menjual jutaan CD, serta konser keliling dunia. Dan semua, ia mulai dari basement-room di rumahnya. Continue reading


Oct 30 2009

MySpace Wizard!

Ocean Eyes

“I’ve been to the dentist a thousand times so I know the drill
I smooth my hair, sit back in the chair but somehow I still get the chills”

Hehe, lirik yang aneh. Tapi bener sih, berapa banyak di antara kita yang masih merinding kalo duduk di kursi dokter gigi. Ketakutan ini berhasil diangkat Owl City, one man band beranggotakan Adam Young, menjadi lagu Dentist Care. Selain nomor unik ini, ada 11 lagu lain di album Ocean Eyes yang kesemuanya seolah mengajak kita menjelajahi dunia puisi sarat imajinasi, keluar dari paritas cinta yang menye-menye. Mulai dari impian terbang bersama kunang-kunang sampe persahabatan dengan ikan di laut… Continue reading


Oct 25 2009

Think Local, Act Global!

Jogja TV

Digitalisasi informasi memudahkan kita menjangkau setiap sudut dunia sehingga begitu mudah bagi sebuah kota di Indonesia untuk menyapa langsung penduduk California, pun kota lain di muka bumi.

Liburan ke Malang week end ini telah membawa saya ke tahun 2005, saat melakukan penelitian skripsi tentang TV lokal. Kini, empat tahun sesudahnya, tidak banyak yang berubah. Lebih lima stasiun TV lokal, termasuk dari Surabaya, dan semuanya masih terjebak dalam romantisme ‘Dari Kita untuk Kita’. Continue reading